Contoh Laporan Hasil Observasi Lapangan di Sekolah | Contoh Catatan Lapangan
CATATAN LAPANGAN
Hari / Tanggal : Jumat, 24 September 2021
Sekolah : xxxxxxx
Pengamat : Slamet Fadillah (19010103060)
Lokasi : Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan
A. DATA SEKOLAH
1. Profil
• NPSN : 40405231
• Nama : Xxxxxxxx
• Akreditasi : Akreditasi C
• Alamat : Jalan Poros Kendari-Moramo Desa Mekar Jaya
• Kodepos : 93391
• Jenjang : SMA
• Status : Swasta
• Daerah : Pedesaan
• Status Sekolah : Swasta
• Kelompok : Anggota
Madrasah
• Lintang : -4.125445817114117
• Bujur : 122.61105626821518
• Ketinggian : 25
• Waktu Belajar : Sekolah pagi
• Kab/Kota : Kab. Konawe Selatan
• Provinsi : Sulawesi Tenggara
• Kecamatan : Moramo Utara
• Desa : Mekar Jaya
• Tahun Berdiri : 2005
• Bangunan : Milik Sendiri
• Jarak ke pusat kecamatan : 11 km
• Jarak ke pusat kabupaten : 80 km
• Jarak ke pusat provinsi : 40 km
• Organisasi penyelenggara : Swasta/yayasan Al Khairat
2. Guru
Guru di sekolah ini berjumlah 11 orang dengan 7 orang guru laki-laki dan 4 orang guru perempuan.
Nama Guru:
1......
2.....
3. Mata Pelajaran
Mata pelajaran di sekolah ini berjumlah 20 mata pelajaran dan disini hanya terdapat jurusan IPS, jadi mata pelajaran IPA itu hanya diperuntukkan untuk kelas X.
Al-Qur’an Hadist ,Geografi .
Fikih, Sosiologi
Akidah Akhlak, Ekonomi
Sejarah Kebudayaan Islam, Penjaskes
Bahasa Arab , Seni Budaya
Prakarya, Pkn
Bahasa Indonesia, Tik
Bahasa Inggris, Matematika
Sejarah, Fisika
Biologi, Kimia
4. Jumlah Siswa
Jumlah Siswa yang aktif di sekolah ini berjumlah 26 orang dengan rincian:
• 10 orang kelas X
• 5 orang kelas XI
• 11 orang kelas XII
5. Kegiatan Ektrakulikuler
a. Perpustakaan
Berdasarkan jadwal mata pelajaran yang terpampang di sekolah, kegiatan ekstrakulikuler perpustakaan itu berlangsung setiap hari, tapi berdasarkan pengamatan dilokasim kegiatan tersebut tidak terlihat sama sekali. Bahkan gedung perpustakaannya pun tidak ada.
b. Lab Komputer
Berdasarkan keterangan yang tertera di Jadwal Pelajaran, kegiatan di lap computer itu dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu, tetapi setelah saya menanyai beberapa siswa bahwa kegiatan tersebut tidak pernah dilakukan karena jumlah computer yang terbatas hanya mempunyai 4 buah dan sebenarnya tidak memiliki lab computer tersendiri.
B. SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
1. Ruang Kelas
Ruang kelas di sekolah ini hanya ada 3 ruang kelas yang digunakan, yaitu kelas X, XI, XII, dan ruangan kelas tersebut langsung bersambung dengan ruang kantor di sebelahnya.
Kondisi ruang kelas masih cukup baik dan sesuai standart sarana dan prasarana pendidikan, hanya saja perawatannya yang masih kurang baik, mulai dari lantai yang tidak bersih, jendela yang memiliki banyak noda,dan banyak juga noda noda di tembok yang cukup mengganggu pemandangan karena membuat ruang kelas terlihat kotor. Tapi terdapat juga ruang kelas yang cukup menarik karena memiliki banyak hiasan hasil dari kreatifitas siswa-siswi disana, akan tetapi kembali lagi persoalan perawatan yang tidak baik sehingga semua itu masih terlihat tidak bersih.
Untuk kondisi kursi dan meja yang ada dikelas itu sebenarnya masih cukup baik dan kondisinya masih layak dipakai, tetapi kursi dan meja yang digunakan adalah model yang lama, yang digunakan itu adalah kursi sekolah model lama dan terdapat juga banyak coretan diatas meja, beberapa bagian kursi yang sudah tidak baik atau patah dan beberapa bagian kursi yang dibiarkan berdebu.
2. Ruang Kantor
Kondisi ruang di sekolah ini sudah baik, terlihat rapih dan bersih dari penataan dan perawatan, sehingga cukup nyaman untuk dilihat. Akan tetapi kondisi jendela diruangan ini sangat kotor karena debu yang dibiarkan begitu saja dan meja meja diruangan ini sebenarnya kurang jumlahnya jika dilihat dari jumlah guru sebanyak 11 orang, sementara meja diruangan ini hanya terdapat 4 buah.
Karena sebenarnya ini adalah ruang kelas yang di alih fungsikan menjadi ruang kantor, menyebabkan ukuran dari ruang kantor ini cukup kecil sehingga ruangan ini hanya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu ruang kepala madrasah, ruang komite dan ruang guru sekaligus ruang tamu.
3. Tempat Parkir
Pada saat saya datang, tempat parkir disekolah ini baru saja dibangun, dan jika dilihat nantinya tempat parkir ini akan menjadi tempat yang baik. Karena sebelum ada tempat parkir atau pada saat saya datang disekolah ini, para siswa itu memarkirkan kendaraannya didepan kelas dan itu cukup tidak beraturan dan terlihat berantakan. Dan Terdapat juga siswa yang memarkirkan kendaraannya di gazebo gazebo yang terdapat di depan ruang kelas, dimana sebenarnya gazebo itu untuk tempat para siswa duduk-duduk. Itu berarti hadirnya tempat parkir ini bisa membuat kendaraan dari para siswa dan guru tidak terparkir sembarangan.
4. Sarana Olahraga
Di sekolah ini sarana penunjang olahraga para siswa hanya terdapat lapangan sepak takraw dan lapangan bola volley, dan itupun kondisinya sudah sangat buruk dan sangat tidak terawatt sehingga para siswa seperti tidak memiliki minat untuk berolahraga.
Kondisi lapangan sepak takraw ini sebenarnya sudah di semen seperti lapngan pada umumnya, namun karena kurangnya perawatan sehingga sudah banyak ditumbuhi rumput liar seperti gambar diatas, tiang-tiangnya pun sudah patah dan tidak ada lagi, net sepak takraw juga tidak ada, sehingga lapangan ini sepertinya sudah tidak layak pakai untuk sarana berolahraga para siswa.
Kondisi dari lapangan bola volley ini juga hamper sama buruknya, sebenarnya sudah di semen seperti lapngan pada umumnya dan bahkan lapamgan volley ini sudah di cat warna, tapi kurangnya perawatan, sehingga banyak tumbuh rumput liar di dalam area lapangan, tiang nya yang sudah hamper rusak, net volley nya tidak ada, dan warna cat nya pun sudah sangat kotor. Karena beberapa hari juga terjadi hujan, maka diatas lapangan bayak ditemukan kotoran tanah yang terbawa oleh air dan membuat kondisi ini sudah sangat tidak layak pakai.
5. WC Sekolah
Kondisi Wc di sekolah ini hanya terdapat dua unit, dan kondisi wc tersebut menurut saya sangat memprihatinkan. Kondisi didalamnya sangat tidak terawat dan kotor, lantainya begitu kotor karena jarang sekali dibersihkan dan kondisi temboknya yang sudah berwarna usang.
Pada saat saya mendatangi sekolah itu, didalam bak wc tersebut tidak terdapat air dikarenakan mesin air sedang mengalami kerusakan, karena sekolah ini menggunakan sumur bor untuk sumber air mereka. Adapun ketika mesin air dalam kondisi baik dan bak terisi dengan banyak air, kondisinya juga tidak baik dikarenakan air tersebut berwarna keruh dan memiliki bau yang tidak sedap atau berbau karat, sehingga hanya bisa digunakan untuk cuci cuci tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.
Perawatan sekitar halaman wc pun tidak baik, dikarenakan terdapat banyak tumbuh rumput liar yang dibiarkan meninggi, jalan sekitar wc itupun becek ketika musim hujan dikarenakan drainase yang tidak baik menyebabkan air dapat tergenang sekitaran wc. Selain itu banyak sampah berserakan disekitar wc, seperti yang terdapat di gambar, banyak sampah triplek yang dibiarkan berserakan. Hal itu tentunya menambah kesan buruk perawatan sarana tersebut.
6. Masjid
Sebagai sekolah berbasis Madrasah Aliyah ataupun berbasis agama tentunya prasarana seperti masjid itu menjadi hal yang cukup penting untuk diperhatikan perawatannya dengan baik.
Jika kita melihat kondisi kedalam masjid, perlengkapan yang biasa wajib ada didalam masjid tetapi disini itu tidak ada. Misalnya seperti al-quran dan sound system pengeras suara itu tidak ada. Selanjutnya jika kita melihat gambar diatas maka kita melihat tiang tengah masjid yang sudah hamper rusak karena beberapa bagiannya sudah terlihat hancur. Selanjutnya kita juga melihat plafon di masjid itu sudah terlihat sangat kotor, karena mungkin usianya yang sudah tua dan juga karena disebabkan air hujan yang masuk karena seng yang bocor, sehingga menyebabkan warna dan kondisi plafon itu terlihat buruk dan kotor seperti itu. Untuk kondisi lantai masjid masih baik untuk digunakan.
Jika melihat gambar diatas, tempat wudhu dimasjid ini pun tidak terlihat baik, karena kondisinya yang sudah sangat kotor dan sudah cukup lama tidak digunakan. Wc dari tempat wudh ini juga sudah rusak sehingga tidak bisa lagi digunakan. Berdasarkan informasi, akibatnya para siswa jika sebelum shalat, mereka tidak wudhu ditempat ini dan akhirnya mereka wudhu di wc siswa yang ada dibelakang kelas tadi.
7. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
Usaha kesehatan sekolah merupakan salah satu penunjang atau masuk dalam salah satu standart sarana dan prasarana pendidikan. Jika dilihat gambar diatas, sebenrnya itu adalah UKS dari sekolah ini, tetapi UKS itu sudah lama tidak digunakan semenjak tahun 2013, dan akhirnya bangunan dari UKS tersebut dibiarkan terbengkalai begitu saja dengan dibiarkannya banyak tumbuh rumput liar disekitarnya, tembok yang sudah banyak memilki berbagai macam noda dan plafon yang lama-kelamaan akan hancur secara perlahan.
Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena jika dilihat sebenarnya bangunan UKS itu bisa dimanfaatkan dan dirawat agar berguna untuk para siswa dibandingkan dibiarkan terbengkalai begitu saja.
8. Perpustakaan
Di sekolah ini tidak memiliki ruangan perpustakaan sendiri untuk menunjang proses belajar para siswanya, dimana seharusnya perpustakaan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan para siswa disekolah tersebut.
Dan pada saat saya mengkonfirmasi terkait keberadaan perpustakaan disekolah ini, mereka menginformasikan bahwa perpustakaan itu terdapat didalam kantor, dan setelah saya cek didalam kantor memang terdapat sebuah lemari yang berisi buku-buku pelajaran siswa kelas X-XII dan itupun jumlahnya masih sedikit dan hanya terdapat buku mata pelajaran saja, dan tidak menyediakan buku untuk pengetahuan-pengetahuan umum.
9. Asrama Siswa
Disekolah ini juga terdapat sebuah gedung yang sebenarnya difungsikan untuk menjadi asrama siswa yang ingin tinggal disitu, akan tetapi karena para siswa hanya berasal dari desa-desa sekitar saja, jadi tidak ada siswa yang tinggal didalamnya.
Didalam asrama ini terdapat dua kamar, dan masing masing kamar memilki ukuran yang cukup luas, akan tetapi perawatan dari gedung ini tidak baik dan dibiarkan terbengkalai begitu saja sehingga menyebabkan gedung ini terlihat kotor, mulai dari warna temboknya yang sudah tidak bagus, warna atapnya yang sudah using hingga lantainya yang begitu kotor.
Terbengkalainya gedung ini tentunya sangat tidak baik, karena sebenarnya gedung tersebut masih cukup layak digunakan atau dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, selain difungsikan sebagai asrama tapi kenyataanya tidak digunakan karena tidak ada siswa yang tinggal didalamnya. Misalnya supaya lebih bermanfaat dan bisa lebih terawatt, gedung ini bisa dijadikan sebagai perpustakaan, dan hal itu sepertinya akan lebih bermanfaat.
10. Pagar Depan Sekolah
Jika dilihat pada gambar diatas, kita melihat halaman pada gerbang depan sekolah yang berlumut dan tidak terawatt dengan baik, hal ini tentunya bisa memperburuk citra sekolah ini karena pagar tersebut tepat berada didepan sekolah dan orang-orang yang lewat dan melihat sekolah ini akan berfikir bahwa perawatan di sekolah ini tidak baik. Selain tembok pagarnya yang berlumut, rumput disekitaran pagar juga dibiarkan tumbuh lebat dan tidak dibersihkan, selain itu juga tembok pagar disekolah ini sudah tua sehingga beberapa bagian sudah hancur dengan sendirinya.
Sebaiknya perawatan pagar juga harus sangat diperhatikan karena itulah yang pertama kali orang akan lihat jika mereka melihat sekolah ini, jadi jika dari pagarnya saja sudah tidak terawat maka orang akan langsung berfikir bahwa sekolah ini tidak baik dalam hal perawatan sarana dan prasaran.
11. Gedung dan halaman yang terbengkalai
Jika kita melihat pada gambar diatas, terdapat gedung yang terbengkalai, sebenarnya gedung itu semulanya adalah ruang kelas, tetapi sekarang sudah tidak terpakai lagi sehingga sangat tidak terawat, mulai dari lantainya sudah banyak yang hancur, pintu pintunya sudah banyak bagian yang rusak, dan jendela-jendelanya juga sudah banyak kaca yang pecah, warna temboknya pun sudah pudar. Akan tetapi jika kita lihat sebenarnya gedung ini masih layak untuk digunakan supaya bisa lebih bermanfaat daripada dibiarkan terbengkalai begitu saja. Jawaban pihak sekolah ketika ditanya kenapa gedung itu tidak lagi di pakai untuk kegiatan belajar mengajar, mereka berkata bahwa tiga kelas saja sudah cukup untuk menampung seluruh siswa yang ada.
Selanjutnya jika kita melihat halaman gedung tersebut juga tidak terawat, banyak rumput-rumput liar dibiarkan tumbuh memanjang, bahkan ukuranya sampai begitu tinggi, dan pemandangan seperti itu sebenarnya sangat menggangu. Banyaknya tumbuh rumput liar bukan hanya terdapat pada bagian situ saja, tetapi jika kita melihat di bagian-bagian lain juga banyak yang kondisinya seperti gambar diatas. Itu menandakan system perawatan sarana dan prasarana disekolah ini itu tidak baik.
C. HAL-HAL LAINNYA
1. Kedisiplinan guru dan murid
Jika dilihat di tata tertib sekolah, bahwa jam sekolah dimulai pada jam 07.00 sampai 14.00 dan di tata tertib juga tertulis sebelum masuk ruangan akan dilakukan apel pagi, akan tetapi pada saat saya mengamati bahwa tata tertib tersebut dilanggar oleh pihak guru dan murid, karena pada hari itu tidak terlihat aktivitas apel pagi, dan berdasarkan informasi dari para siswa, hal itu sudah biasa terjadi. Selanjutnya terkait jam masuk dan jam pulang itu tidak sesuai keadaan yang ada dilapangan, pada hari itu mereka masuk pukul 08.00 dan pulang sebelum jam 12.00.
Pada hari itu juga saya hanya melihat 2 guru yang hadir dari total 11 guru yang ada, dan mengakibatkan banyak kelas yang mengalami jam kosong. Pada saat itu kepala sekolah juga tidak hadir dan berdasarkan informasi dari para siswa, bahwa keadaan seperti sedikit guru yang hadir dan kepala sekolah yang tidak datang, keadaan seperti itu sering sekali terjadi. Dan itu tentunya menjadi hal yang buruk jika seorang kepala sekolah jarang hadir di sekolah, dan itu juga bisa memberi contoh kepada pihak lain seperti guru dan siswa untuk mengikuti kelakuan seperti itu.
Untuk siswa yang hadir pada hari itu juga sangat sedikit dari jumlah siswa yang ada, dari 10 siswa kelas X yang hadir hanya 2 orang, dari 5 siswa kelas XI hanya 1 siswa yang hadir dan dari 11 siswa kelas XII hanya 1 siswa yang hadir. Berdasarkan informasi, memang sangat sering siswa yang hadis disekolah itu setiap harinya sangat sedikit dan jika siswa disekolah itu akan hadir semua jika pada saat ulangan semester atau ujian akhir, maka bisa dipastikan seluruh siswa dan guru akan banyak yang hadir tidak seperti di hari biasa.
2. Pengelolaan halaman sekolah yang tidak baik.
Jika kita lihat pada gambar diatas maka sebenarnya sekolah ini memiliki halaman yang begitu luas, akan tetapi system pengelolaanya yang tidak baik. Seperti gambar diatas bahwa didalam pagar sekolah itu hanya banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan bahkan ditanami oleh pohon kelapa sawit yang sebenarnya tidak tau apa manfaat yang didapatkan dari menanam kelapa sawit didalam halaman sekolah madrasah seperti ini. Bahkan berdasakan informasi bahwa pohon kelapa sawit terebut ditanam oleh pihak dari luar sekolah.
Jika halaman yang luas tersebut dimanfaatkan dengan baik, mungkin sangat bermafaat untuk kemajuan sekolah yang kemajuan para siswanya, seperti bisa dibikinkan sebuah sarana olahraga tambahan seperti lapangan sepakbola ataupun hal-hal yang bermanfaat lainnya, buka justru ditanami hal-hal yang tidak ada hubungannya ataupun tidak ada manfaatnya untuk pihak sekolah apalgi manfaat untuk para siswa.’
D. MASALAH
Berdasarkan hasil observasi di Madrasah Aliyah xxxxxx pada hari jumat 24 september 2021, maka masalah yang bisa saya temukan di sekolah tersebut adalah:
1. Kepala sekolah tidak mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola sekolah dan memimpin suatu sekolah, contohnya banyak halaman sekolah yang tidak terawatt, banyak gedung-gedung yang terbengkalai dan untuk kepemimpinan yang tidak baik itu contohnya banyak guru yang sering tikdak hadir mengajar dan banyak siswa yang tidak disiplin. Bahkan kepala sekolah sendiri sering tidak hadir di sekolah.
2. Masalah sarana dan prasarana yang tidak mendukung seperti masjid, UKS, perpustakaan, lapangan olahraga, yang semuanya mempunyai kondisi yang tidak baik sehingga kurang bisa untuk dimanfaatkan oleh para siswa.
3. Masalah selanjutnya yaitu setiap tahun semakin menurun jumlah siswa yang mendaftar disekolah itu, dan itu menandakan sekolah tersebut semakin lama semakin tidak mempunyai daya tarik.
4. Siswa banyak yang sering tidak hadir setiap harinya, itu menandakan semangat belajar siswa sangat rendah dan juga pihak sekolah tidak tegas mengurus siswa yang malas untuk sekolah.
5. Para guru juga seringkali tidak hadir di sekolah yang menyebabkan sering terjadi jam pelajaran kosong, dan pihak sekolah tidak tegas dalam mengatur hal ini yang menyebabkan tidak terjadi kemajuan dalam hal belajar mengajar di sekolah tersebut.
E. VARIABEL
Pengaruh Sarana dan Prasarana Terhadap Kurangnya Minat Masyarakat Untuk Bersekolah di Madrasah Aliyah Swasta...
Variabel X = Sarana Prasarana
Variabel Y = Kurangnya Minat Masyarakat
Post a Comment for "Contoh Laporan Hasil Observasi Lapangan di Sekolah | Contoh Catatan Lapangan"