MAKALAH PRILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN
Makalah Prilaku Konsumen Jasa Pendidikan
Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAH
A. PENDAHULUAN
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan, jika tujuannya untuk dijual kembali maka dia tidak disebut sebagai konsumen melainkan sebagai pengecer atau distributor.
Konsumen sangat dibutuhkan oleh produser barang ataupun jasa, karena maju atau tidaknya perusahaan barang atau jasa itu tergantung dari banyaknya konsumen yang memakai atau menggunakan barang mereka.
Tidak terkecuali produsen yang mengdakan jasa pendidikan itu kemajuan jasa pendidikan mereka tergantung dari para konsumen dalam hal itu yaitu para siswa dan orang tua siswa. Untuk itulah sangat penting bagi para pengada atau pengelola jasa pendidikan untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana perilaku dari konsumen jasa pendidikan tersebut yang berguna untuk memajukan jasa pendidikan yang mereka kelola.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana konsep perilaku konsumen jasa pendidikan?
2. Bagaimana ciri-ciri perilaku konsumen jasa pendidikan?
3. Bagaimana model-model perilaku konsumen?
4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui konsep perilaku konsumen jasa pendidikan.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri perilaku konsumen jasa pendidikan.
3. Untuk mengetahui model-model perilaku konsumen.
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP PERILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN
1. Pengertian Perilaku Konsumen Jasa Pendidikan
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang atau organisasi dalam mencari, membeli, memakai, mengevaluasi dan membuang produk ataupun jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Atau definisi perilaku konsumen yang lainnya yakni proses dan aktifitas saat seseorang atau organisasi berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelan, pemakaian dan pengevaluasian produk atau jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Prilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian produk atau jasa.
Prilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap diantaranya tahap sebelum pembelian, dan tahap setelah pembelian barang atau jasa. Pada tahap sebelum pembelian konsumen biasanya melakukan pencarian informasi mengenai produk dan jasa tersebut. Lalu pada tahap pembelian, konsumen melakukan pembelian produk atau jasa, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen akan melakukan konsumsi atau penggunaan produk, evaluasi kinerja produk atau jasa tersebut dan pada akhirnya akan membuang produk atau jasa tersebut setelah digunakan.
Pengertian jasa adalah meliputi segenap kegiatan ekonomi yang menghasilkan output (keluaran) berupa produk atau kontruksi (hasil karya) nonfisik, dikonsumsi pada saat diproduksi dan memberi nilai tambah pada produk (form) seperti kecocokan/kepantasan, kepraktisan, kenyamanan, dan kesehatan. Sedangkan pendidikan secara singkat dapat dijelaskan sebagai upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan dengan berkembangkan akal dan pikiran serta mental, dalam melakukan interaksi disekitarnya. Berangkat dari definisi-definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa layanan jasa pendidikan merupakan suatu tindakan yang berisi proses menuntun anak untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani dalam interaksi dengan lingkungan, yang dilaksanakan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen.
Jadi berdasarkan beberapa definisi diatas, pengertian dari prilaku konsumen jasa pendidikan adalah suatu proses yang dilalui seseorang dalam mencari, menentukan, memakai ataupun mengevaluasi suatu produk ataupun jasa pendidikan guna memenuhi kebutuhannya dalam proses untuk mencapai kedewasaan dengan tujuan mengembangkan akal dan pikiran serta mental, dalam melakukan interaksi dengan lingkungan dalam dunia pendidikan atau bisa dalam definisi lain juga berarti perilaku konsumen jasa pendidikan merupakan hal-hal yang mendasari individu, kelompok, atau organisasi dalam memilih, menentukan, menggunakan dan memposisikan layanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
2. Pengertian Prilaku Konsumen Menurut Para Ahli
a. John C. Mowen dan Michael Minor
Pengertian perilaku konsumen menurut John C. Mowen dan Michael Minor adalah suatu studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, berbagai produk, jasa dan pengalaman dan juga ide-ide.
b. Shiffman dan Kanuk
Pengertian prilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk adalah studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, usaha, dan uang) untuk mendapatkan barang dan jasa yang akan dikonsumsi.
c. Shiffman dan Kanuk (2000)
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
d. Engeel, Blackwell dan Miniard
Prilaku Konsumen adalah tindakan-tindakan produk dan jasa, termasuk didalamnya adalah proses keputusan yang mengawali serta mengikuti tindakan pembelian tersebut. Tindakan tersebut adalah terlibat secara langsung dalam proses mempeoleh, mengkonsumsi bahkan membuang atau tidak menggunakan suatu produk atau jasa tersebut
e. The American Marketing Association
Prilaku konsumen adalah proses membagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana seseorang melakukan pertukaran aspek kehidupannya.
3. Ruang Lingkup Perilaku Konsumen
Dalam hal ini, perilaku konsumen memiliki ruang lingkup yang sangat banyak, yakni meliputi produk apa yang mereka beli, alasan apa mereka membeli produk tersebut, kapan waktu yang tepat untuk membeli produk tersebut, selain itu juga tempat mana yang tepat untuk membeli produk dan dan berapa lama mereka membeli serta berapa lama mereka menggunakannya.
Begitu juga ruang lingkup jika pada jasa pendidikan, yakni meliputi jasa pendidikan seperti apa yang mereka pakai, alasan mengapa memilih jasa pendidikan tersebut, dan tempat mana yang tepat dalam memilih sebuah jasa pendidikan.
Pada dasarnya dalam melaksanakan kegiatan konsumsinya mereka selalu berpacuan pada beberapa point penting diantaranya menyesuaikan dengan kebutuhan serta penyesuaian dengan dana yang mereka miliki.
4. Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatan perilaku konsumen dibagi menjadi 2 pendekatan yaitu:
a. Pendekatan Induktif
Pendekatan induktif dilakukan dengan cara terjun langsung melalui interview, observasi atau survey kepada konsumen untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku konsumen pendidikan
b. Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif diawali dari telaan teoritik, misalnya ketika kita ingin melihat kecenderungan perilaku konsumen pendidikan, kita bisa mengawali dari tinjauan berbagai sudut pandang teori, misalnya dengan teori psikologi kognitif atau sosiologi, lalu kemudian diperkuay dengan data lapangan melaui observasi atau wawancara ataupun juga survey.
B. CIRI-CIRI PERILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN
Berdasarkan jenisnya, perilaku konsumen dibedakan menjadi dau yaitu konsumen rasional dan konsumen irasional. Kedua jenis konsumen ini memiliki ciri ciri sebagai berikut.
1. Konsumen Rasional
Konsumen rasional adalah jenis konsumen yang mengedepankan berbagai aspek konsumen secara umum, seperti: kebutuhan utama, kebutuhan mendesak, dan kegunaan produk terhadap konsumen tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri konsumen rasional:
a. Konsumen rasional hanya membeli suatu produk berdasarkan kebutuhannya, bukan berdasarkan keinginan.
b. Produk yang dibeli oleh konsumen ini memberikan kegunaan optimal bagi dirinya.
c. Konsumen ini hanya membeli produk-produk yang terjamin kualitas dan mutunya.
d. Konsumen ini umumnya membeli suatu produk yang harganya sesuai dengan kemampuan keuangannya.
2. Konsumen Irasional
Konsumen irasional adalah konsumen yang mudah terbujuk iming-iming potongan harga, atau strategi marketing lainnya dari suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuha atau kegunaan produk tersebut bagi dirinya. Berikut ciri-ciri dari konsumen irasional yaitu:
a. Konsumen irasional sangat mudah dipengaruhi oleh iklan dan promosi di berbagai media.
b. Konsumen ini cenderung memilih barang-barang berdasarkan popularitas merek, bukan berdasarkan kegunaanya.
c. Biasanya konsumen ini cenderung membeli barang karena prastise atau gengsi, bukan berdasarkan kebutuhannya.
C. MODEL-MODEL PERILAKU KONSUMEN
Pengertian Model model perilaku konsumen menururt David L, Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984:29) mengemukakan tentang model perilaku konsumen yaitu sautu model dapat didefinisikan sebagai suatu wakil realitas yang disederhanakan.
Gerald Zaltman dan Melanie Wallendrof mengatakan bahwa model perilaku konsumen adalah suatu model yang mewakili seseuatu dalam hal ini adalah suatu proses. Berdasarkan pendapat para ahli diatas, model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu skema atau kerangka kerja yang disederhanakan untuk menggambarkan aktifitas-aktifitas konsumen.
Model perilaku konsumen dapat pula diartikan sebagai kerangka kerja atau sesuatu yang mewakili apa yang diyakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli
1. Tujuan dan Fungsi Model Perilaku Konsumen
Ada dua tujuan utama dari suatu model, yaitu pertama sangat bermanfaat untuk mengembangkan teori dalam penelitian perilaku konsumen dan yang kedua adalah untuk mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen. Sedangkan fungsi model perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
a. Deskriptif, yaitu fungsi yang berhubungan dengan pendalaman mengenai langkah-langkah yang diambil konsumen dalam memusatkan suatu penelitian membeli.
b. Prediksi, yaitu meramalkan kejadian-kejadian dari aktivitas konsumen pada waktu yang akan datang. Misalnya meramalkan merek produk yang paling mudah diingatkonsumen.
c. Explanation, yaitu mempelajari sebab-sebab dari beberapa aktivitas pembelian, seperti mempelajari mengapa konsumen sering membeli barang dagangan dengan merek yang sama. Apakah itu merupakan kebiasaan mereka ataukah karena mereka menyukai barang tersebut?
d. Pengendalian, yaitu mempengaruhi dan mengendalikan aktivitas-aktivitas konsumen pada masa yang akan datang.
2. Macam-Macam Model Perilaku Konsumen
Model-model perilaku konsumen terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:
a. Model Hendry Assael, yang memfokuskan pada perilaku pembuatan keputusan pembelian konsumen berdasarkan pengaruh-pengaruh individu, lingkungan dan stimuli pemasaran. Dalam penelitian ini, akan coba digali tentang model perilaku konsumen Hendry Assael, yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang didasarkan pada aspek-aspek individu konsumen, aspek lingkungan dan stimulus pemasaran, terhadap laptop yang dibeli oleh konsumen.
b. Model Kotler, perilaku membeli konsumen merujuk pada perilaku membeli yang dilakukan oleh konsumen akhir atau individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Kotler menyatakan bahwa terdapat beberapa tipe perilaku membeli berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan mereka, yaitu:
1) Perilaku membeli yang kompleks, merupakan model perilaku pembelian yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: terdapat keterlibatan mendalam oleh konsumen dalam memilih produk yang akan dibeli dan adanya perbedaan pandangan yang signifikan terhadap merek yang satu dengan merek yang lain. Konsumen menerapkan perilaku “membeli yang kompleks” ketika mereka benar-benar terlibat dalam pembelian dan mempunyai pandangan yang berbeda antara merek yang satu dengan yang lain.
Keterlibatan konsumen mencerminkan bahwa produk yang akan dibelinya merupakan produk yang mahal, beresiko, jarang dibeli, dan sangat menonjolkan ekspresi diri konsumen yang bersangkutan. Dalam hal ini, konsumen banyak belajar mengenai kategori produk tersebut. Misalnya, consumen akan membeli sebuah handphone, dalam hal ini mereka akan menyediakan waktu untuk mempelajari hal-hal yang terkait dengan produk yang akan dibelinya, membandingkan spesifikasi dan kelebihan-kelebihan antara merek yang satu dengan yang lain.
2) Perilaku Pembeli yang mengurangi ketidakcocokan, merupakan model perilaku pembelian dalam situasi bercirikan keterlibatan konsumen yang tinggi tetapi sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek-merek yang ada. Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen sangat terlibat dengan pembelian yang mahal, beresiko, atau jarang, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan diantara merek-merek yang ada.
3) Perilaku membeli karena kebiasaan, merupakan model perilaku pembelian dalam situasi yang bercirikan keterlibatan konsumen yang rendah dan sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek-merek yang ada. Perilaku membeli karena kebiasaan terjadi dalam kondisi keterlibatan konsumen yang rendah dan kecilnya perbedaan antara merek.
4) Perilaku membeli yang mencari variasi, merupakan model perilaku pembelian dalam situasi yang bercirikan rendahnya keterlibatan konsumen tetapi perbedaan diantara merek dianggap besar. Pelanggan menerapkan perilaku membeli yang mencari variasi dalam situasi yang bercirikan rendahnya keterlibatan konsumen namun perbedaan merek dianggap cukup berarti. Dalam kasus semacam ini konsumen seringkali mengganti merek.
c. Model Howard-Sheth, untuk model ini berisi empat elemen pokok, yaitu:
1) Input (rangsangan/stimuli), merupakan dorongan yang ada dalam lingkungan konsumen terdiri dari dorongan komersial dari pemasar dan dorongan sosial. Dorongan komersial adalah dorongan signifikan yang berupa merek dan stimuli simbolik yang berhubungan dengan kegiatan periklanan perusahaan. Dorongan sosial adalah komunikasi dari mulut kemulut yang terjadi dalam keluarga, kelas sosial, dan kelompok referensi, yang merupakan input yang sangat efektif untuk sebuah keputusan pembelian.
2) Susunan hipotesis, adalah proses intern konsumen yang menggambarkan proses hubungan antara input dan output pembelian. Susunan hipotesis ini berdasarkan sejumlah teori belajar dan teori kesadaran. Susunan hipotesis terdiri dari dua bagian :
a) Susunan pengamatan (perceptual contruct) terdiri dari perhatian yang dipengaruhi oleh ketidakpastian yang mendorong dan sikap.
b) Susunan belajar (learning construct) yang terdiri dari motif, pemahaman, merek, kriteria pemiliham, maksud atau tujuan untuk membeli keyakinan dan kepuasan.
3) Output (respon variabels)
Model howard-sheth menghasilkan output yang berupa keputusan untuk membeli. Tujuannya adalah kecenderungan konsumen untuk membeli merek yang paling disukai. Sikap merupakan penilaian konsumen tentang kemampuan merek memuaskan kebutuhan. Pemahaman merek adalah sejumlah informasi yang dimiliki konsumen untuk suatu produk tertentu. perhatian adalah tanggapan terhadap informasi yang masuk.
4) Variable-variabel exsogen
Variablel-variabel eksogen turut mempengaruhiperilaku konsumen meskipun pengaruhnya tidak begitu besar. Variable-variabel eksogen dalam model ini adalah:
a) Pentingnya pembelian
b) Sifat kepribadian status keuangan batas waktu (mendesak atau tidaknya)
c) Faktor sosial dab organisasi
d) Kelas sosial
e) Kebudayaan.
5) Model Pavlov
Model perilaku konsumen yang pertama adalah Pavlovian Model milik Ivan Pavlov. Model ini meliputi tiga indikator perilaku konsumen diantaranya adalah drive , drive , dan reinforcement . Drive adalah sebuah stimulus yang akan memancing sebuah aksi. Dorongan adalah kebutuhan psikologis dari subjek, misalnya saja rasa lapar, sakit, atau nikmat.
Kemudian, stimulus akan mempengaruhi aspek psikologis seseorang yang akan memperkuat aksi mereka terhadap produk yang ditawarkan, poin ini yang memunculkan penguatan . Model ini sepenuhnya menjelaskan teori perilaku seorang konsumen dari psikologis.
6) Model Input, Proses, Model Output
Dalam model ini muncul tiga indikator perilaku konsumen yaitu input, process, dan output. Input dalam model ini merujuk pada strategi marketing yang membentuk sebuah perusahaan. Empat aspek utama dalam indikator tersebut atau bauran pemasaran terdiri dari produk (produk), harga (harga), tempat (tempat), dan promosi (promosi).
Kedua adalah proses , indikator ini berhubungan dengan proses transaksi oleh seorang konsumen. Mulai dari penemuan hingga sebuah produk. Sedangkan output adalah respon yang diberikan konsumen terhadap produk atau perusahaan.
7) Model Sosiologis
Sedikit berbeda dari model kedua sebelumnya, teori ini menghubungkan perilaku dan lingkungan konsumen. Lingkungan yang dimaksud terbagi menjadi dua yaitu primary dan secondary .
Masyarakat primer terdiri dari orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga. Sedangkan secondary society adalah orang lain dalam lingkungan konsumen yang memiliki kesamaan kepribadian dengan mereka. Fokus dalam model ini berkaitan dengan gaya hidup konsumen.
D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen melewati lima tahapan yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi informasi, pembelian dan pasca pembelian. Proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu (Engel et.al, 1994):
1. Faktor perbedaan individu terdiri dari sumber daya konsumen, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup dan demografi.
2. Faktor lingkungan yang terdiri dari budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan situasi.
3. Proses psikologis terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap/perilaku.
Menurut Kotler (2000), faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen adalah faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologi sebagai berikut:
1. Faktor Kebudayaan
Faktor-faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, sub-kultur, dan kelas sosial pembeli.
2. Faktor Sosial
Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti perilaku kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial dari konsumen.
3. Faktor Pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, kondisi ekonomi. Gaya hidup, serta kepribadian dan kondisi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
4. Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh empat faktor psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan (learning), serta keyakinan dan sikap.
Selain empat faktor tersebut, perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi dari stimuli pemasaran berupa bauran pemasaran yang meliputi (Kotler, 2000;34):
1. Produk
Kebijakan produk meliputi perencanaan dan pengembangan produk. Kegiatan ini penting terutama dalam lingkungan yang berubah-ubah. Oleh karenanya perusahaan dituntut untuk menghasilkan dan menawarkan produk yang bernilai dan sesuai dengan selera konsumen.
2. Harga
Harga suatu produk dapat dikatakan sebagai alat pemasaran yang cukup penting, dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya. Hal ini disebabkan misalnya karena perubahan harga suatu produk akan mengakibatkan perubahan kebijakan saluran distribusi, dan promosi. Meskipun disangkal bahwa suatu tingkat harga harus dapat menutup biaya bauran pemasaran.
3. Promosi
Usaha untuk mendorong peningkatan volume penjualan yang tampak paling agresif adalah dengan cara promosi. Dasar pengembangan promosi adalah komunikasi.
4. Saluran distribusi
Pendistribusian produk ke pasar merupakan sebagian dari proses pengembangan pemasaran, untuk mencapai pasar sasaran bagi perusahaan dan tujuan khususnya yang menyangkut perencanaan pemasaran strategis. Jauh sebelum produk selesai, manajemen harus menentukan metode apa yang akan didayagunakan untuk mengantarkan produk ke pasar.
BAB III
PENUTUP
Rangkuman
pengertian dari prilaku konsumen jasa pendidikan adalah suatu proses yang dilalui seseorang dalam mencari, menentukan, memakai ataupun mengevaluasi suatu produk ataupun jasa pendidikan guna memenuhi kebutuhannya dalam proses untuk mencapai kedewasaan dengan tujuan mengembangkan akal dan pikiran serta mental, dalam melakukan interaksi dengan lingkungan dalam dunia pendidikan atau bisa dalam definisi lain juga berarti perilaku konsumen jasa pendidikan merupakan hal-hal yang mendasari individu, kelompok, atau organisasi dalam memilih, menentukan, menggunakan dan memposisikan layanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
Berdasarkan jenisnya, perilaku konsumen dibedakan menjadi dau yaitu konsumen rasional dan konsumen irasional. Konsumen rasional adalah jenis konsumen yang mengedepankan berbagai aspek konsumen secara umum, seperti: kebutuhan utama, kebutuhan mendesak, dan kegunaan produk terhadap konsumen tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri konsumen rasional: 1)Konsumen rasional hanya membeli suatu produk berdasarkan kebutuhannya, bukan berdasarkan keinginan. 2) Produk yang dibeli oleh konsumen ini memberikan kegunaan optimal bagi dirinya. 3) Konsumen ini hanya membeli produk-produk yang terjamin kualitas dan mutunya. 4) Konsumen ini umumnya membeli suatu produk yang harganya sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Sedangkan Konsumen irasional adalah konsumen yang mudah terbujuk iming-iming potongan harga, atau strategi marketing lainnya dari suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuha atau kegunaan produk tersebut bagi dirinya. Berikut ciri-ciri dari konsumen irasional yaitu: 1) Konsumen irasional sangat mudah dipengaruhi oleh iklan dan promosi di berbagai media. 2) Konsumen ini cenderung memilih barang-barang berdasarkan popularitas merek, bukan berdasarkan kegunaanya. 3) Biasanya konsumen ini cenderung membeli barang karena prastise atau gengsi, bukan berdasarkan kebutuhannya.
Pengertian Model model perilaku konsumen menururt David L, Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984:29) mengemukakan tentang model perilaku konsumen yaitu sautu model dapat didefinisikan sebagai suatu wakil realitas yang disederhanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen. (2017, Mei 9). Retrieved Oktober 23, 2021, from Indotesis.com: https://medium.com/@indotesis/pengertian-dan-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen-5c6c56d179f7
Pengertian Perilaku Konsumen, Ruang Lingkup, Teori, & Pendekatan. (2018, Mei). Retrieved Oktober 23, 2021, from Seputarpengetahuan.co.id: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/05/pengertian-perilaku-konsumen-ruang-lingkup-teori-pendekatan.html
Andi, M. (2017, November 2). MODEL-MODEL PERILAKU KONSUMEN. Retrieved Oktober 23, 2021, from Belajar Bareng: https://marioandi.blogspot.com/2017/11/model-model-perilaku-konsumen.html?m=1
Ekonomi, D. (2021, Januari 24). Perilaku Konsumen. Retrieved Oktober 23, 2021, from sarjanaekonomi.co.id: https://sarjanaekonomi.co.id/perilaku-konsumen/
Niamas, M. (2021, April 6). Teori Perilaku Konsumen [pengertian, ruang lingkup dan pendekatan]. Retrieved Oktober 23, 2021, from akutansilengkap.com: https://www.akuntansilengkap.com/ekonomi/teori-perilaku-konsumen/
Populix. (n.d.). Perilaku Konsumen : Faktor, Teori, Model & Pengertian menurut ahli. Retrieved Oktober 23, 2021, from www.info.populix.co: https://www.info.populix.co/post/perilaku-konsumen
Setiawan, S. (2021, Agustus 14). pengertian perilaku konsumen - teori, model, ciri, pendekatan para ahli. Retrieved Oktober 23, 2021, from gurupendidikan.com: https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-perilaku-konsumen/
Baca Juga:
- Wisata Permandian Air Alami Boro-Boro | Wisata Sulawesi Tenggara
- Kolam Retensi Boulevard Kendari, Tempat Asik Berolahraga dan Menikmati Sore
- Contoh Mukadimah Singkat | Mukadimah Bahasa Arab dan Mukadimah Bahasa Indonesia
Post a Comment for "MAKALAH PRILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN"