Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TUGAS OBSERVASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA | TUPOKSI BIDANG-BIDANG DI SEKOLAH


SMPN XX KON SELAT

1. Struktur Organisasi Dan Tupoksi Masing Masing bidang di SMPN XX Kon Selat

a. Kepala Sekolah
Tugas dan fungsi kepala sekolah di sekolah ini sama seperti kepala sekolah pada umumnya, yaitu kepala sekolah bertugas sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, kepala sekolah juga menjadi supervisor kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah itu, kepala sekolah juga bertugas mengembangkan dan meningkatkan mutu dan kualitas dari sekolah yang dia pimpin, dan juga kepala sekolah bisa mebantu atau menjadi tenaga pendidik disekolah itu.

b. Dewan Komite
Tugas dewan komite disekolah ini adalah untuk mmembantu suatu lembaga pendidikan untuk bisa berkembang dengan melibatkan unsur eksternal, yaitu masyarakat ataupun pemerintah. Komite sekolah juga berperan mendorong wali murid ataupun masyarakat untuk berpartisipasi dalam lembaga pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas dan mutu pendidikan disekolah tersebut, selain itu komite juga berperan menampung dan menganalisis aspirasi, tuntutan atau ide dan berbagai hal lainnya yang diajukan masyrakat, selain itu juga komite berperan memberi masukan terhadap sekolah mengenai kebijakan, program kerja, dan hal-hal lainnya yang bisa bermanfaat untuk kemajuan sekolah tersebut.

c. Tata Usaha
Tugas pokok dan fungsi dari tata usaha di sekolah ini adalah yang terkait dalam bidang-bidang administrasi yang ada di sekolah, baik itu administrasi kepegawaian, administrasi kesiswaan, dan administrasi persuratan.
Selain itu tata usaha juga terkait dengan pengelolaan yang ada di sekolah seperti pengelola perpustakaan, pengelola labolatorium dan pembantu atau penjaga sekolah. Selain itu tata usaha juga mengurus yang terkait bidang bendaharawan sekolah dan juga bidang inventarisi dan perlengkapan di sekolah.

d. Wakil Kurikulum
Fungsi dan tugas dari wakil kurikulum adalah mengurus segala hal yang berkaitan dengan kurikulum pembelajaran, seperti menyusun kalender pendidikan, menyusun program pengajaran baik itu program tahunan dan semester, menyusun sk pembagian tugas mengajar guru, menyusun jadwal pembelajaran dan jadwal pelaksanaan ujian akhir/nasional, menyediakan silabus seluruh mata pelajaran dan contoh format rpp, menyusun program kegiatan belajar mengajar dan analisis mata pelajaran, dan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan kurikulum sekolah.

e. Wakil Sarana dan Prasarana
Tugas dan fungsi dari wakil sarana dan prasarana adalah mereka mengurus segala hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar, seperti menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, selain itu juga mereka menyusun rencana pengadaan dan mengkoordinir inventarisasi sarana prasarana dan dalam hal ini berkoordinasi juga dengan bidang tata usaha.
Selain itu bidang sarana dan prasaran juga bertugas untuk merencanakan proses perawatan sarana prasarana seperti program kebersihan, keindahan, dan keamanan lingkungan sekolah, dan juga mereka bertugas melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap sarana dan prasarana di sekolah.

f. Wakil Urusan Humas
Tugas dan fungsi wakil urusan humas disini adalah mereka bertugas untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan citra baik sekolah dan juga yang berkaitan dengan eksternal sekolah, contohnya seperti mengatur dan membuat hubungan baik antara sekolah dengan bidang komite sekolah, menyelenggarakan hubungan baik antara sekolah dan wali murid ataupun juga masyarakat sekitar lingkungan sekolah dan dia juga bertugas sebagai promotor untuk menaikan citra baik dari lembaga pendidikan, agar citra baik itu bisa dikenal masyarakat dan nantinya akan berdampak baik terhadap kemajuan sekolah.
g. Wali Kelas VII A
h. Wali Kelas VII B
i. Wali Kelas VIII A
j. Wali Kelas VIII B
k. Wali Kelas VIII C
l. Wali Kelas IX A
m. Wali Kelas IX B
n. Wali Kelas IX C
Tugas wali kelas secara keseluruhan disekolah ini adalah mereka bertanggung jawab pada kelas masing-masing untuk melakukan pengelolaan dan pembinaan siswa, menyelnggarakan proses administrasi di kelas tersebut, menyiapkan data statistic kelas  agar bisa mengetahui perkembangan siswa di kelasnya, dan juga wali kelas bertugas menyiapkan dokumen penilaian untuk kelas yang dia kelola. Tetapi terkadang juga dikarenakan kurangnya sdm, sehingga terdapat beberapa wali kelas yang juga menjabat sebagai wakil bidang bidang di sekolah itu seperti yang sudah dijelaskan diatas.

2. Bidang yang mengurus sarana dan prasarana


Bidang yang mengurus bagian sarana dan prasarana di SMP XX Kon Selat adalah bidang Wakil Sarana dan Prasarana yang di korrdinir oleh bapak xxxx, seperti yang sudah dijelaskan diatas, bidang ini bertugas mengurus atau mengelola semua hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut yang berguna untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar ataupun juga kegiatan ekstrakulikuler yang ada disekolah.
Adapun tugas yang dilakukan bidang sarana dan prasarana seperti menyusun program pengadaan sarana dan prasarana, mengkoordinir pengunaanya, mengelola perawatan sarana dan prasarana sekolah, melakukan inventarisasi dan administrasi terhadap sarana dan prasarana dan menyusun laporan sarana dan prasarana disekolah itu secara berkala.

3. Cara SMPN XX Kon Selat Mengadakan Sarana dan Prasarana

Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, dijelaskan bahwa SMPN XX Kon Selat mempunyai beberapa cara dalam proses pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut, yang pertama yaitu sarana yang umum seperti kursi, meja, ataupun buku pelajaran, biasanya akan mendapatkan kiriman langung dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun sekali.
Proses selanjutnya yaitu dengan mengajukan proposal untuk mengadakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah tersebut. Untuk prosesnya yaitu wakil bidang sarana dan prasarana melakukan analisa apa saja yang mereka butuhkan atau gedung apa saja yang akan mereka bangun, kemudian mereka mengklasifikasikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan itu, kemudian bidang sarana dan prasarana mengirimkan proposal kepada kepala sekolah dan kepala sekolah memproses untuk membawa proposal itu ke tingkat provinsi, dan nanti dari provinsi maka akan diproses untuk sampai ke pusat. Setelah dikirimkan proposal pengadaan, maka selanjutnya akan dilakukan peninjauan oleh pihak pemerintah apakah pengajuan itu sudah sesuai kebutuhan atau tidak. Setelah  di tinjau dan disetujui maka akan di kirimkan sarana atau prasarana yang sudah diminta kepada sekolah yang mengajukan. Biasanya proses pengadaan dengan cara ini adalah untuk hal-hal yang besar seperti pengadaan gedung dan lainnya karena akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Proses pengadaan sarana dan prasarana yang terakhir adalah melalui dana bantuan operasional sekolah atau biasa disebut dana bos. Karena dana bos yang diberikan pemerintah memang sepenuhnya memberikan kewenangan 100 persen terhadap sekolah untuk mengelola dana bos ini. Jadi untuk proses pengadaan sarana dan prasarana melalui dana bos adalah bidang sarana dan prasarana melakukan klasifikasi sarana atau prasarana yang dibutuhkan, dan selajutnya maka harus dibuatkan proposal yang ditujukan untuk kepala sekolah, dan selanjutnya kepala sekolah memproses untuk mencairkan permohonan tersebut kepada tata usaha, yang mana memang bidang keuangan itu termasuk kedalam tata usaha di SMPN 30 Konawe Selatan ini, dan jika disetujui maka pihak sekolah akan membelikan sarana atau prasarana yang dibutuhkan melalui dana bos.

4. Cara menginventarisasi di SMPN XX Kon Selat
proses inventarisasi barang ataupun sarana dan prasarana di SMPN XX Kon Selat adalah setiap ada barang yang masuk, baik itu bantuan dari pemerintah atau membeli dengan dana sekolah, setiap prasarana seperti gedung dan lainnya, itu semua akan dilakukan pencatatan untuk proses inventarisasi. Setiap sarana atau prasarana akan diberi kode di masing masing barang sebelum dilakukan pencatatan, dan juga dicatat kondisi dari sarana dan prasarana tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak saat dilakukan pendataan. Setelah dilakukan proses pencatatan maka selanjutanya hasil pencatatan itu akan diserahkan di bagian tata usaha untuk arsip administrasi dari sarana dan prasarana sekolah.
Adapun data inventarisasi sarana dan prasarana di SMPN XX Kon Selat adalah sebagai berikut :






5. Teknik Penyimpanan Barang di SMPN XX  Kon Selat
Untuk teknik penyimpanan barang di SMPN XX Kon Selat ini adalah untuk buku-buku pegangan guru mata pelajaran, maka masing masing guru menyimpan bukunya di ruang guru. Untuk buku-buku penunjang belajar para siswa maka di simpan di perpustakaan karena memang jumlahnya yang banyak, bahkan selain di perpustakaan masih banyak buku penunjang lainnya yang masih disimpan didalam kardus yang berada didalam kantor, dikarenakan perpustakaan yang sudah penuh.
Disekolah itu juga terdapat ruangan bekas kelas yang di pergunakan sebagai gudang untuk meyimpan berbagai benda, seperti alat-alat olahraga semacam bola, net, dan lainnya. Selain itu gudang itu juga disimpan kursi dan meja yang tidak dipakai, jadi  kursi dan meja itu ditumpuk dan di simpan diruangan tersebut. Selain itu juga di ruangan tersebut menyimpan alat-alat laboratorium, sebenarnya sekolah itu sudah memiliki lab yang bisa saja digunakan untuk meyimpan alat-alat tersebut, namun mereka mengatakan bahwa karena pandemic alat-alat lab itu diamankan dan disimpan didalam kardus kemudian di satukan didalam gudang tersebut.
Selain itu terdapat juga gudang bekas mushola yang digunakan untuk menyimpan alat-alat atau perabotan sekolah yang sudah tua ataupun sudah rusak parah, dan kondisi gudang itu juga tidak terlalu terawat.


6. Tata Cara Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Untuk tata cara pemeliharaan sarana dan prasarana di SMPN XX Kon Selat ini sama seperti kebanyakan sekolah pada umumnya, mereka mengatakan bahwa setiap sarana dan prasarana akan dilakukan pengecekan rutin secara berkala untuk mengetahui kondisi dari barang tersebut. Mereka mengatakan terus mengontrol dan merawat sarana dan prasarana yang mereka punya, sehingga sarana dan prasarana yang mereka miliki akan berguna secara maksimal dan tidak gampang rusak.
Cara-cara merawat yang mereka lakukan lainnya yaitu dengan membersihkan sebuah sarana dan prasarana yang dimiliki, seperti selalu menyapu kelas, membersihkan meja dan kursi, membersihkan halaman dan lapangan dengan cara kerja bakti, dan hal-hal lainnya yang bertujuan merawat yang dilakukan  semua unsur yang ada disekolah itu secara bersama-sama.
Selain itu, terkhusus untuk prasarana, jika diperlukan maka mereka akan melakukan rehabilitasi sebuah prasarana untuk mempercantik dan memperbaiki hal  kecil yang rusak dari sebuah prasarana untuk menambah atau memperpanjang daya tahan dari prasarana agar tidak cepat mengalami kerusakan, selanjutnya jika memang tahap kerusakan yang terjadi itu lebih berat, maka sekolah akan melakukan renovasi atau juga restorasi jika memang itu dibutuhkan sebagaimana mestinya.


Baca Juga:
- Jenis Jenis Tenaga Kependidikan 
- Apa Manfaat Merokok Setelah di Sunat 
- Sinopsis Film Semesta 



Post a Comment for "TUGAS OBSERVASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA | TUPOKSI BIDANG-BIDANG DI SEKOLAH"