Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Pendek (Cerpen) : Lembar 4/45 Cerita Perjalanan Selama Menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata)



LEMBAR 4/45

Pada hari ini di tanggal 10 Juli 2022, merupakan hari raya Idul Adha dan ini untuk pertama kalinya saya tidak merayakan hari raya di rumah dan kampung halaman. Tentu hal ini sedikit membuat saya cukup sedih tapi memang sudah begitulah adanya


Pada pagi hari itu sebelum berangkat shalat, pak desa memberi kami tugas untuk membagikan masker kepada seluruh masyarakat desa Lebo Ea yang datang, di karenakan ini merupakan perintah langsung dari kabupaten terkait dengan pencegahan virus covid-19. Pada saat pembagian masker, warga juga sangat ramah dengan membalas senyum kami mahasiswa kkn, akan tetapi ada juga warga yang menolak saat kami beri masker tersebut, tapi mereka menolaknya menggunakan bahasa bugis sehingga saya pun tidak paham apa yang mereka katakan dan mungkin alasannya dikarenakan mereka mengira bahwa kami merupakan warga asli desa Lebo Ea.


Singkat cerita setelah selesai shalat, kami pun kembali pulang kembali ke posko, disitu kami bersalam salaman dengan pak desa, ibu desa dan semua keluarganya. Setelah bersalam salaman kami lanjutkan dengan makan bersama dan memakan makanan yang di siapkan oleh ibu desa dan teman teman kami yang perempuan.


Sedikit bercerita, terkait pengurusan dapur di posko ini adalah di buatkan jadwal piket setiap harinya bagi teman-teman perempuan, sehingga setiap harinya ada dua orang yang melaksanakan tugas dalam mengurus dapur. Jadwal piket ini di buatkan oleh kordes sebagai cara untuk membuat kondisi selalu adil dan mencegah ketersinggungan satu sama lain antar teman posko, dan ini merupakan langkah yang sangat bagus.


Setelah kami beristirahat dan tidur siang, di sore harinya ibu desa mengajak kami untuk jalan-jalan menuju ke padang pajonggang yang ada di kecamatan Poleang Selatan, dan kebetulan tempat itulah yang memang menjadi tujuan saya dari rumah untuk mendatangi tempat itu. Kami pergi menuju kesana bersama sama keluarga besar dari pak desa dan ibu desa, jadi suasananya itu cukup ramai pada saat kami berangkat dari desa menuju kesana.


Padang pajonggang adalah hamparan padang safana yang sangat luas dan indah dan begitu hijau yang ada di kabupaten Bombana, tempat ini bisa dibilang menjadi salah satu tempat favorit warga Bombana untuk menikmati sore dan pada sore itu sangat ramai orang di tempat itu dikarenakan hari hari ini juga karena hari libur dan masih suasana libur Idul Adha. Di tempat ini juga katanya masih terdapat hewan jonga atau biasa kita kenal dengan rusa, selain itu juga terdapat banyak kuda peliharaan yang di simpan di padang ini, akan tetapi kuda itu tetap di ikat sehingga tidak berkeliaran sembarangan disini. Di tengah padang ini juga terdapat danau kecil yang biasa disekitarnya di pakai untuk orang orang bersantai dan duduk-duduk bersama keluarga maupun teman, di tempat ini juga bisa dibilang sangat bersih dari sampah sehingga membuat kami nyaman untuk duduk walaupun hanya diatas rumput saja. Di depan padang ini terdapat tempat yang di sebut sebagai bukit telletubies, namun kami belum bisa untuk pergi kesana dikarenakan sudah masuk sore untuk waktunya kami kembali pulang ke desa.


Setelah kami pulang dari padang pajonggang, kami singgah di posko teman kami di desa lain, dan ada dua posko yang kami singgahi pada saat itu kami singgah di posko desa Paria dan posko Desa Mulaeno, dan dikarenakan masih suasana lebaran jadi pada saat kami singgah disitu kami diberi hidangan khas idul adha, dank arena dua posko yang kami singgahi jadi dua kali juga kami makan dalam waktu yang berdekatan dan membuat saya dan teman-teman merasa sangat kenyang.


Post a Comment for "Cerita Pendek (Cerpen) : Lembar 4/45 Cerita Perjalanan Selama Menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata)"