Cerpen (Cerita Pendek): Lembar 2/45 , Cerita Selama Perjalanan KKN (Kuliah Kerja Nyata)
Pada pagi harinya, ibu desa memberikan solusi terkait masalah jaringan yang kami temui di desa ini. Ternyata warga disini menggunakan wifi untuk bisa mengakses internet di karenakan belum terdapat jaringan dari pemancar manapun disini, dan untuk bisa mengakses wifi tersebut kami harus membeli voucher wifinya, voucher tersebut beraneka ragam jenisnya, ada yang harian, mingguan dan juga bulanan. Dan pada saat itu juga kami semua membeli voucher tersebut yang kebetulan ibu desa sendiri lah yang menjualnya, dan kami membeli yang jangka waktu 1 bulan dengan harga 70 ribu rupiah.
Hingga akhrinya di hari itu juga kami kembali bisa mengakses internet dan media sosial lainnya dikarenakan kami telah bisa mengakses jaringan wifi itu dan kami pun bisa memberi kabar kepada keluarga di rumah dan sedikit menceritakan keadaan kami disini yang memang sedikit terkendala dengan sinyal. Namun sedikit cerita tentang wifi yang ada di desa ini, faktanya terdapat 2 provider penyedia wifi yang bisa di akses disini, yaitu Rian.net dan Rajawaliking.net. dan kekurangan dari jaringan wifi yang ada yaitu masih sangat mudah mengalami gangguan jaringan dan membuat kami terkendala dalam mengakses internet. Gangguan yang menyebabkan jaringan tidak stabil yaitu salah satunya ketika terjadi hujan dan ketika mati lampu, maka bisa di pastikan jaringan akan terhambat dan tidak lagi bagus. Bahkan pernah di suatu hari dikarenakan terdapat pohon yang menjatuhi kabel listrik di desa tetangga, maka jaringan wifi itu hilang hamper dua hari lamanya.
Lanjut untuk menceritakan kisah kami yang memasuki hari kedua di desa ini. Kami berencana akan melakukan observasi terhadap desa ini untuk proses penyusunan program kerja, sekaligus melakukan pengenalan dengan warga desa agar mereka juga mengetahui bahwa kami mahasiswa kkn yang di tempatkan di desa ini. Dan pada pagi hari itu kami memutuskan untuk mendatangi posyandu di desa Lebo Ea, disana kami bertemu dengan ibu-ibu dan juga anak-anak yang sedang melakukan imunisasi, dan kebetulan sekali pada saat itu juga pihak kesehatan akan melakukan sosialisasi terkait malaria, dan akhirnya kami mengikuti juga kegiatan itu hingga selesai.
Selepas dari posyandu, dikarenakan pada saat itu kami di pinjamkan mobil oleh pak desa sebagai trasnportasi, jadi kami memutuskan untuk keluar desa menuju poros, atau lebih tepatnya kami menuju desa paria, yang mana tujuan kami yaitu yang pertama kami mencari indomart yang memangdi sana terdapat indomaret, dan kami juga bertujuan mencari sinyal telpon untuk menghubungi keluarga di rumah, karena dari saat kami sampai belum sempat untuk menelpon mereka memberi kabar secara jelas.
Sepulang dari sana, dikarenakan ini hari jumat jadi saya dan Defri menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat jumat di masjid Miftahul Khair desa Lebo Ea yang kebetulan jaraknya cukup dekat dengan rumah kepala desa, masjid di desa ini cukup besar dan megah, namun bangunannya belum seratus persen selesai pengerjannya selesai dan warga yang datang shalat jumat juga cukup banyak. Namun terdapat cerita menarik disini, ternyata di desa ini khutbah jumat itu menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa bugis yang mereka gunakan saat naik khotbah jumat. Disitu saat pertama kali mendengar jujur saya merasa kaget karena baru menemui hal seperti ini, dan juga kami tidak paham apa yang di sampaikan saat khutbah karena memang kami tidak mengerti bahasa bugis. Setelah itu di rumah saya berbincang bincang dengan pak desa terkait hal ini, dan alasan yang di berikan pak desa mengapa hal itu terjadi karena katanya agar lebih mudahdi pahami oleh warga, dikarenakan disini memang semua adalah mayoritas orang berusuku bugis.

Post a Comment for "Cerpen (Cerita Pendek): Lembar 2/45 , Cerita Selama Perjalanan KKN (Kuliah Kerja Nyata)"