Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerpen: Perjalanan Sebelum Dimulainya Cerita Sebelum KKN (Kuliah Kerja Nyata)

 



LEMBAR -6/45

Pada suatu saat setelah selesai pembekalan kkn, panitia kkn mengatakan bahwa paling lambat nanti malam akan keluar pembagian lokasi kelompok kkn, dan sejak kata-kata itu keluar, saya terus menunggu pembagian kelompok itu dengan antusias. Ketika sudah tiba di malam hari, rasa penasaran itu semakin menjadi dengan berulang kali kami mengecek akun SIA kami apakah pembagian kelompok kkn itu sudah ada atau bekum, namun berkali-kali saya mengeceknya belum juga ada pembagian kelompok tersebut, tentu hal ini juga membuat saya semalaman tidak bisa tidur dengan nyenyak, ini jujur saya alami seperti itu.

Sedikit bercerita jauh kebelakang, bahwa beberapa minggu sebelumnya kami para calon peserta kkn itu sudah diberitahu oleh panitia bahwa kkn reguler IAIN Kendari tahun 2022 ini akan dilaksanakan di empat kabupaten yang berbeda, diantaranya yaitu Wakatobi, Konawe Kepulauan, Konawe Utara dan Bombana. Mengetahui hal itu saya bingung Karena memang saya belum pernah pergi ke tempat-tempat yang di sebutkan itu.

Namun entah kenapa di hati saya seperti condong menginginkan di tempatkan di kabupaten Bombana, namun alasan ingin kesana yaitu sangat sepele sekali, bahwa saya hanya ingin berkunjung ke padang pajongang atau biasa juga disebut bukit telletubies, jujur hanya itu alasan saya ingin di tempatkan di kabupaten Bombana. Mengapa saya tau tentang bukit telletubies ini, karena ada beberapa teman saya yang asli orang Bombana sering berkunjung ke tempat itu.

Sampai pada suatu moment, saya menghubungi ibu saya untuk meminta di doakan agar saya mendapat lokasi kkn itu di kabupaten Bombana, dengan alasan lain bahwa tempat itu tidak terlalu jauh, dan saya juga tidak berharap untuk ditempatkan di Wakatobi ataupun Konawe Kepulauan dikarenakan harus naik kapal dan menyebrang, hal itu yang membuat saya tidak minat untuk ditempatkan kesana.

Sekarang kita lanjut pada penantian menunggu pembagian kelompok kkn ini, dan ternyata di malam hari sampai pagi itu tidak juga keluar hasil pembagian itu, tentu membuat saya merasa semakin penasaran. Hingga pada pagi hari di tanggal 1 Juli 2022 sekitar jam 9, saya kembali membuka akun SIA saya untuk kesekian kalianya melihat pembagian kelompok kkn. Dan ternyata hasilnya sudah ada!!!, yang pertama saya lihat disitu adalah lokasi dimana saya ditempatkan, dan tenyata alhamdulilah saya mendapat lokasi di kabupaten Bombana, kecamatan Poleang Tengah, desa Lebo Ea dengan nomor posko 112.

Disitu saya merasa sangat senang dan gembira sekali, saya bersyukur doa dan harapan saya menjadi kenyataan, walaupun nama desa tempat saya di tempatkan itu masih sangat asing di telinga saya, tetapi hal itu seperti tidak menjadi masalah dan saya tetap senang karena di tempatkan di tempat yang saya harapkan yaitu kabupaten Bombana.

Setelah tempat, selanjutnya saya melihat nama-nama teman kelompok saya yang terdiri dari 7 orang dengan 2 laki-laki dan 5 perempuan, disitu tertera nama saya sendiri yaitu Slamet Fadillah dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam dan selanjtnya ada Defri Zainun dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Ummu Kharisah dari jurusan Ekonomi Syariah, Etri Herman dari jurusan Perbankan Syariah, Asriani dari jurusan Pendidikan Agama Islam, Gustin dari jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Tias Rabbay Nurqorimah dari jurusan Tadris Bahasa Inggris. Dikarenakan saya penasaran, hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek nama-nama mereka di facebook satu per satu, namun tenyata teman-teman saya ini begitu misterius, karena saya tidak mendapatkan akun facebook mereka, entah mereka tidak punya facebook ataupun nama akunnya itu lain dengan nama aslinya. Hanya satu orang yang berhasil saya lihat akun facebooknya pada saat itu, yaitu Tias, mungkin salah satu faktornya karena namanya Tias ini begitu panjang dan tidak banyak yang mempunyai nama seperti itu dan juga Tias menggunakan nama aslinya di akun facebooknya, sehingga hanya dia yang saya pastikan bahwa itu teman posko saya. Akan tetapi disitu saya tidak meminta pertemanan di akun facebooknya Tias, diakrenakan saya malas  dan karena malas saja memang begitu, belum juga kenal, dan bukan juga keluarga hahaha….

Selanjutnya ternyata sudah ada teman posko saya yang dengan cepat membuat grup posko 112 desa Lebo Ea dan menambahkan saya didalamnya, selanjutnya dia juga menghubungi saya dan teman yang lain satu persatu lewat chat pribadi untuk menanyakan nama dan saling simpan kontak, dan ternyata itu adalah Ummu Kharisah atau mungkin di cerita ini akan di sebut sebagai Echa, karena memang itu nama panggilannya katanya.

Dan setelah semuanya masuk di grup posko 112, langsung timbul lah percakapan satu sama lain, dan itu cukup ramai, hingga pada suatu moment ternyata beberapa teman posko saya ini memiliki teman yang mengetahui kondisi desa tempat kami kkn nantinya, dan disitu di beri gambaran bahwa desa itu cukup jauh terpencil dari keramaian, jalanan yang belum di aspal dan tidak ada jaringan juga disana.

Mendengar hal itu, perasaan saya pribadi tentu sedikit kaget juga, ternyata masih ada tempat yang belum ada jaringan hpnya, namun disitu ada hal yang membuat saya sedikit merasa jengkel pada teman-teman posko saya yang perempuan, karena mendengar kabar seperti itu mereka bukan hanya kaget, melainkan mereka juga mengeluh dan berbagai macam bahasa keluhan mereka sampaikan di grup posko itu, dan jujur ini juga sempat membuat saya langsung tidak semangat menatap kkn, yang tadinya saya senang menjadi kurang bersemangan dikarenakan melihat hal itu.


Pada akhirnya kami posko 112 memutuskan untuk melakukan pertemuan guna melakukan pemilihan kordes dan membahas persiapan apa saja yang harus kita lakukan sebelum berangkat ke lokasi kkn.


Singkat cerita kami semua berhasil berkumpul di pelataran kampus setelah sebelumnya melewati cari mencari yang cukup lama, diakrenakan memang kita belum ada yang saling kenal satu sama lain. Dan pada saat pertemuan pertama kali itu, perasaan saya kembali bersemangat dalam menatap kkn ini, dikarenakan ternyata teman-teman posko saya ternyata sangat baik dan welcome dengan kami, walaupun kami baru kenal dan memang hal itulah yang saya nilai dan saya rasakan  terhadap teman-teman posko saya ini. Hal itu mematahkan asumsi saya yang sebelumnya, karena jujur sebelum bertemu saya tidak berekspetasi bahwa mereka seperti ini, dan pertemuan pertama ini memang mematahkan semua asumsi buruk saya terhadap mereka yang sebelumnya saya pikirkan dan saya sangat bersyukur kembali terkait hal itu. Di pertemuan itu juga kami semua sepakat memilih Defri sebagai koordinator desa (Kordes) kami di posko 112 desa Lebo Ea.

Post a Comment for "Cerpen: Perjalanan Sebelum Dimulainya Cerita Sebelum KKN (Kuliah Kerja Nyata)"